Img (*)
Namun pihaknya tak serta merta memberikan kesimpulan terhadap kesaksian tersebut.
M Husni mengatakan, pihaknya akan terus diperiksa untuk didalami.
"Saat ini, dari keluarga korban menyampaikan pelaku diduga ada gangguan jiwa. Tapi untuk hal tersebut kami akan lakukan identifikasi lebih lanjut," ujarnya.
Img (*)
Pembantu Berhasil Kabur
Saat kejadian, di rumah tersebut ada tiga orang, ada korban, pelaku dan pembantunya yang menyelamatkan diri.
Satu diantara tetangga korban dan pelaku yang enggan disebutnya namanya mengaku mendapatkan informasi kejadian dari pembantu yang bekerja di rumah tersebut.
"Kita di sini tahu karena pembantunya teriak dan meminta tolong, tadi warga tolong dia melalui lantai dua. Untuk dia cepat keluar di teras lantai dua dan mengunci pintunya. Kalau tidak, bisa mati juga dibunuh," ucap warga yabg enggan disebutkan namanya ini sambil menyaksikan pihak kepolisian melakukan pengamanan lokasi, Kamis (5/7/2018).
Warga yang tinggal tak jauh dari rumah pelaku dan korban ini menceritakan jika HN adalah seorang yang mengalami gangguan kejiwaan dan setiap harinya berada di rumah.
Walaupun HN disebutnya tak setiap hari mengalami gangguan kejiwaan, namun terkadang-kadang.
"Tidak tiap hari dia gila, kadang-kadang saja. Memang jarang keluar dia dan didiam di dalam rumah terus," katanya.
Mutilasi 2 Anak Kandung
Masyarakat Kalbar sebelumnya telah lebih dulu digemparkan dengan kasus mutilasi yang dilakkan Anggota Kepolisian Resor Melawi, Kalimantan Barat, Brigadir Petrus Bakus.
Petrus membunuh dua anak kandungnya dan memutilasinya, di rumah dinas, Jumat (26/2/2016) sekitar pukul 00.40 WIB.
Petrus menghabisi nyawa darah dagingnya sendiri di Asrama Polisi di Desa Pal, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi.
Dari informasi yang dihimpun, usai menghabisi nyawa korban, Petrus disinyalir memutilasi tubuh kedua anaknya itu.
Hingga berita ini disusun, sejumlah kerabat korban dan anggota Polres Melawi, masih memadati halaman Rumah Sakit Umum Daerah Melawi.
Di rumah sakit inilah dua jenazah korban disemayamkan sementara.
Kedua korban itu anak laki-laki berinisial Fa berusia 4 tahun dan anak perempuan berinisial Am yang usianya 3 tahun.
Diduga Stres Berat
Petrus yang merupakan anggota Sat Intelkam Polres Melawi diduga mengalami stres berat.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari rekan kerjanya, Petrus sudah lama mengalami masalah dengan istrinya.
"Istrinya selalu minta cerai terus dengan dia. Mungkin ini yang membuat tekanan terhadapnya," kata seorang anggota Intelkam Polres Melawi yang enggan disebutkan namanya.
Dia mengungkapkan Petrus sudah beberapa lama tidak masuk kerja akibat masalah rumah tangga tersebut. Padahal, sebelumnya dia dikenal memiliki kinerja cukup bagus.
Seiring dengan bergulirnya kasus itu, foto dua anaknya yang menjadi korban mutilasi beredar melalui ponsel.
Dalam foto tersebut dua anak Petrus tewas bersimbah darah di atas tempat tidur. Bagian tubuhnya terpotong-potong, mulai dari tangan dan kaki.
"Seram lihatnya. Kok tega benar ya bunuh darah dagingnya sendiri," kata seorang ibu rumah tangga, di Desa Pal.
Tonton Video:



